Sabtu, 11 Juli 2020

Mewaris Kecintaan pada Laut lewat Bacaan Anak

Teman-teman pernah ke laut?
Buat saya yang lahir dan besar di daerah yang jauh dari laut, pertanyaan tersebut wajib dijawab.

Sedihnya, seumur hidup saya baru sekali ke laut tepatnya tepi pantai. Itu pun saat diajak teman ke Lampung. Ternyata saya kurang piknik 😅

Padahal, luas laut Indonesia 3,25 juta kilometer persegi. Jauh lebih luas dibanding daratan yang hanya 2,01 juta kilometer persegi.


Maka sangat wajar jika kemudian Indonesia dikenal dengan negara maritim. Bahkan Indonesia adalah negara dengan laut terluas di dunia.

Pengukuhan Indonesia sebagai negara maritim termuat pada Unite Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 Pasal 46 dan Pasal 47 ayat 1.

Artinya, sudah sejak awal terbentuknya NKRI, laut memiliki posisi strategis bagi bagi kepulauan nusantara ini. Setidaknya hal tersebut salah satunya dibuktikan dengan majunya perdagangan kerajaan yang ada di nusantara melalui jalur laut.

Lagu Nenek Moyangku Orang Pelaut karya Ibu Soed pada tahun 1940 ingin mengabadikan betapa jiwa laut telah menjadi bagian dari akar sejarah dan budaya bangsa Indonesia. Meski kini lagu tersebut sangat jarang didengar oleh anak-anak generasi alfa. Namun warisan kebanggaan telah tercatat.

Lalu bagaimana mewariskan kecintaan laut pada anak cucu ?
Bahan bacaan boleh jadi menjadi cara efektif. Namun saya belum menemukan buku cerita anak atau bercerita tentang anak dengan tema laut yang cukup melegenda. Atau saya yang memang kurang baca 🤔

Untuk buku bercerita tentang anak meraih cita-cita ada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang diterbitkan tahun 2005. Setidaknya ada satu juta pembaca Laskar Pelangi ditambah 2 juta lainnya pembaca buku bajakannya.


Dan diterbitkan ulang oleh 24 penerbit luar negeri dan hampir rata-rata mendapat sambutan yang luar biasa dari pembaca.
Versi filmnya, Laskar Pelangi telah ditonton 4,6 juta orang dengan pendapatan tertinggi mengungguli film lainnya bertema percintaan. 

Begitu kuat pengaruh novel Laskar Pelangi hingga cukup banyak orang yang akhirnya tergerak untuk melakukan sesuatu untuk dunia pendidikan.

Nah, jika tema pendidikan mampu menjadi begitu fenomenal. Apakah tema laut juga akan bisa fenomenal. Setidaknya mengingatkan kembali bahwa Indonesia adalah negara maritim. Dan generasi muda patut berbagga atas anugera alam tersebut.

Mewariskan cinta pada lautan menjadi penting saat semakin jauhnya anak cucu negeri ini dari tanah dan airnya.
Tidak banyak anak-anak yang masih menikmati bermain di sawah. Pun tidak banyak anak-anak yang bersuka ria menjelajahi laut dan pantai.

Keringnya cinta pada laut berdampak pada ketidakpedulian generasi mendatang atas kondisi laut Indonesia. Mereka tidak merasa memiliki keterikatan emosi. Mereka tidak memiliki kenangan yang indah tentang laut. Akhirnya mereka enggan untuk ikut bertanggungjawab atas laut Indonesia.
Peta laut Indonesia

Tentu saja, upaya mewariskan cinta pada laut tidak hanya bisa dilakukan lewat bahan bacaan. Ada banyak cara. Akan tetapi, untuk mencapai tujuan secara maksimal, akan lebih baik melakukan banyak cara. Dan bahan bacaan seperti buku cerita anak adalah cara cukup efektif.

Jadi, hingga hari ini saya masih menunggu bahan bacaan anak yang mampu memberi kesan mendalam terhadap betapa indahnya dan luasnya laut Indonesia?

Atau memberanikan diri menulis bacaan semacam itu?
Untuk 'proyek' ini nampaknya saya butuh sering piknik ke laut. Kira-kira kapan ya bisa menjelajah laut Indonesia? 
***
#ForumLingkarPena
#FLPSumsel
#LampauiBatasmu


Share:

2 komentar:

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI